Home arrow Perkembangan dan Pendidikan arrow Perkembangan Mental Bayi dan Balita
Perkembangan Mental Bayi dan Balita PDF Print E-mail
Article Index
Perkembangan Mental Bayi dan Balita
Page 2

Dari usia dua tahun sampai tiga tahun:

  • Belajar melompat dengan satu kaki.
  • Belajar memanjat.
  • Mampu menyusun kalimat.
  • Menggunakan banyak kata-kata tanya karena rasa ingin tahunya
  • Menggambar lingkaran.
  • Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya.

Dari usia tiga tahun sampai empat tahun:

  • Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga atau teman di dekat rumahnya.
  • Berjalan dengan menggunakan jari kaki.
  • Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri, bahkan sudah dapat memilih pakaian yang disukainya.
  • Menggambar garis silang.
  • Belajar menggambar orang.
  • Bicara dengan baik.
  • Banyak bertanya.
  • Menyebut namanya dan nama-nama orang disekitarnya (ibu, ayah, saudaranya, dan orang-orang terdekat lainnya).
  • Gemar mendengar cerita-cerita.
  • Suka bermain dengan anak lain.
  • Menunjukkan rasa sayang dengan orang-orang terdekatnya.
  • Dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Perkembangan anak balita:

  • Menggambar bentuk-bentuk sesuatu.
  • Pandai berbicara.
  • Dapat menghitung jari-jarinya.
  • Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu.
  • Mendengar dan mengulang hal-hal yang dianggap penting dan beberapa cerita.
  • Berminat kepada kata baru dan artinya.
  • Memprotes bila dilarang apa yang dimaunya.
  • Mengenal warna-warna.
  • Memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan kecil.
  • Menaruh minat pada aktifitas orang lain.

Pendidikan stimulasi yang perlu diberikan pada balita:

  • Akademik sederhana, pengenalan ruang, bentuk, warna, dan persiapan berhitung.
  • Pendidikan alam sekitar, sosialisasi mengenal lingkungan masyarakat.
  • Bermain, untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya pengalaman.
  • Menyanyi.
  • Menggambar.
  • Bahasa, berbincang-bincang, membaca gambar, bercerita, mengucap syair sederhana.
  • Melatih daya ingat dengan bermain jual-jualan atau menyampaikan berita.
  • Membuat permainan dari kertas.
  • Bermain musik
  • Mengenal tugas dan larangan-larangan (peraturan).
  • Bermain alat musik.
  • Aktivitas sehari-hari, seperti makan sendiri, minum sendiri, mengontrol buang air kecil dan buang air besar.


 
< Prev