Perkembangan dan Pendidikan
Tips Mendidik Bayi | Tips Mendidik Bayi |
|
|
|
|
Beberapa Kiat agar Anak menjadi Tekun: 1. Menciptakan Lingkungan Kondusif Bayi sangat senang menguasai keterampilan baru. Misalnya, sekali ia berhasil membalikkan badan, ia akan mengulang-ulang kegiatan itu. Motivasi untuk berprestasi sesungguhnya berakar sejak awal kehidupan anak. Anda bisa membantu si kecil dengan menyediakan mainan dan lingkungan yang dapat mendorongnya mengembangkan diri. Kenali keterampilan anak dan sediakan alat bermain sesuai perkembangan si kecil. 2. Mengatakan Hal-hal Positif Beberapa studi menunjukkan, anak adalah sosok optimis dalam belajar. Bahkan tidak sedikit diantara anak-anak prasekolah yakin betul jika sesuatu dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti berhasil. Anak terlahir sebagai sosok yang optimis. Hanya saja, lingkungan seringkali membuat ia frustasi. Misalnya, ketika neneknya mengatakan “teman kamu bisa menyusun balok itu, kamu tidak bisa”. Meskipun apa yang dikatakan nenek bertujuan menumbuhkan motivasi eksternal, tapi bisa membuat si kecil frustasi. Umumnya, anak belum bisa membedakan penyebab kenapa ia berhasil atau gagal melakukan suatu tugas. Anda harus berperan mendukungnya dengan sabar dan sungguh-sungguh. 3. Memberi Pujian Pada akhir usia 2 tahun, anak mulai mengenal peran orang lain dalam membentuk motivasinya. Oleh karena itu, anda harus mengevaluasi atas keberhasilan dan kegagalannya dalam melakukan sesuatu, karena sangat mempengaruhi caranya menguasai keterampilan baru. Yang sangat penting adalah memberinya pujian. Beri anak pujian jika ia berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Bisa juga jika anda ingin memberinya suatu tugas ringan, pujilah sebelumnya. Tapi jika anak melakukannya tidak dengan baik, anda tidak perlu mengancamnya berlebihan. Hargailah upayanya. 4. Mengajarkan sesuatu secara Bertahap Tugas yang terlalu rumit membuat si kecil cepat frustasi. Ajaklah anak membagi tugasnya dalam tahapan. Ketika belajar bertanggung jawab pada mainannya, ajak anak untu bersama-sama membereskannya setelah ia bermain. Bila ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik, jangan lupa memuji. Selain pujian, hadiah kecil juga baik jika anda berikan. 5. Melihat Halangan sebagai Tantangan Jika ia menghadapi satu halangan, dan ia tidak bisa melewatinya dengan baik, bisa jadi ia marah dan frustasi. Anda tidak perlu risau. Umumnya, kemarahan atau rasa frustasi anak mudah reda. Anak-anak sangat dipengaruhi penilaian orang tentang dirinya. Anda bisa mengajak si kecil melihat setiap tantangan bukan sebagai halangan. Beri si kecil alternatif cara berfikir yang bisa dilakukannya untuk memecahkan masalah. 6. Menumbuhkan Motivasi Internal Seiring masuknya si kecil ke dunia yang lebih luas, pandangan orang lain sedikit demi sedikit mempengaruhi dirinya. Jangan biarkan anak bergantung pada pendapat orang lain mengenai dirinya. Dunia si kecil adalah dunia gembira dan penuh acara bermain. Doronglah minat anak untuk mempelajari sesuatu dengan kegembiraannya bermain. Gunakan metode yang kreatif, maka motivasi internal anak akan tumbuh. 7. Memberi Contoh. Tidak ada cara yang lebih efektif untuk mengajarkan ketekunan pada sang buah hati selain memberi contoh. Jika anak melihat anda membaca buku, si kecil akan mengambil buku dan membalik-balik halamannya meski ia belum mengenal huruf satu pun. Ciptakan iklim keluarga yang menyenangkan dan mengembangkan motivasi internal juga harga diri anak yang kuat. Jika anda dan pasangan anda saling menghargai dan mendorong untuk mengembangkan minat masing-masing, si kecil pun terdorong melakukan segala hal yang menjadi minatnya dengan tekun. |
| < Prev | Next > |
|---|







