Home
Baju Bayi PDF Print E-mail
Article Index
Baju Bayi
Page 2

Baju adalah kebutuhan pokok yang sangat penting bagi manusia selain makanan. Seperti halnya manusia dewasa, bayi pun sangat memerlukan baju. Bayi tidak perlu busana orang dewasa dalam bentuk mini agar bisa tampil gaya, akan tetapi tentu kita menginginkan bayi kita memiliki baju yang indah dan membuat si bayi terlihat cantik, lucu dan menggemaskan. Walaupun begitu tetap harus diingat bahwa bayi yang masih memiliki keterbatasan gerak, sehingga membutuhkan baju-baju yang simpel dan terbuat dari bahan-bahan yang menyerap keringat.

Persiapan untuk bayi yang baru lahir:

Baju untuk bayi yang baru lahir.

Baju untuk bayi yang baru lahir bentuk dan bahannya biasanya dikemas khusus untuk nyaman dipakai. Sediakanlah masing-masing minimal 1 lusin baju untuk baju tangan pendek, baju tangan panjang, celana pendek, celana panjang. Karena bayi yang baru lahir bajunya mudah kotor, baik itu karena mengompol atau karena makanan. Baju bayi yang baru lahir tidak perlu disediakan terlalu banyak, karena biasanya tubuhnya cepat berubah (berkembang).

Popok

Popok tersedia dalam berbagai jenis, ada yang terbuat dari kain dan ada juga yang berjenis disposable (sekali pakai). Beberapa dokter menyatakan, untuk popok disposable sebaiknya digunakan oleh bayi berusia 6 bulan keatas. Karena frekuensi buang air pada bayi yang baru lahir relatif lebih sering dibandingkan dengan bayi yang sudah agak besar. Bayi yang baru lahir masih beradaptasi, kulitnya yang sangat lembut mudah terkena iritasi jika dipakaikan popok disposable terlalu sering. Tapi jika digunakan ketika berpergian tentu saja tidak masalah, hal ini akan mempermudah anda. Bayangkan jika anda harus mendadak mengganti bahkan mencuci popok kain ditempat-tempat yang tidak senyaman di rumah. Belum lagi, berapa banyak popok kain yang harus anda bawa. Popok disposable yang bagus biasanya tidak akan menembus (basahnya atau kotorannya) ketika si kecil buang air. Tidak sama halnya dengan popok kain. Selain itu, popok disposable lebih meresap karena lebih tebal dari popok kain. Jadi, bayi tidak rewel minta diganti setelah buang air kecil khususnya. Pada popok kain, setiap bayi mengompol, bayi akan menangis untuk minta diganti kainnya. Karena rasanya sangat tidak nyaman. Perlu diingat, walaupun anda menggunakan popok disposable, usahakan untuk selalu menjaga kebersihannya. Gantilah sesegera mungkin jika si bayi buang air, terutama buang air besar. Buang popok disposable bekas ke tempat sampah yang letaknya di luar rumah.

Popok kain sedikit lebih membuat repot dibandingkan dengan popok disposable, karena anda harus lebih sering menggantinya. Belum lagi menumpuknya cucian anda. Tapi, dalam segi kesehatan, popok kain lebih aman dibandingkan popok disposable. Dengan anda sering mengganti popok si kecil, ia pun lebih terhindar dari berbagai penyakit kulit, dan tentu saja kebersihannya lebih terjamin. Terutama jika bayi anda perempuan, usahakanlah untuk lebih menggunakan popok kain. Bayi perempuan lebih mudah beresiko pada alat kelaminnya dibandingkan dengan bayi laki-laki. Ini dikarenakan bentuk kelamin bayi perempuan lebih terbuka dan lebih rentan terkena kuman.

Popok kain lebih praktis bila dibandingkan dengan celana. Jika si kecil buang air besar, membersihkannya lebih mudah dari pada membersihkan celana. Bila si kecil buang air besar disaat memakai celana, membukanya agak sulit, dan jika fesesnya ke mana-mana, akan kesulitan juga untuk membersihkannya.

Popok kain ada dua macam, yaitu popok kain bertali dan popok kain berpeniti. Popok kain bertali pasti lebih aman, hanya kelemahannya lebih mudah lepas. Sedangkan popok berpeniti lebih kuat, tapi biasanya para ibu takut melukai bayinya jika terkena peniti. Jika popok berpeniti digunakan pada bayi yang baru lahir, kemungkinan terjadi “kecelakaan” relatif kecil. Karena bayi yang baru lahir belum banyak bergerak. Yang penting, jika menggunakan popok berpeniti harus lebih hati-hati.

 


 
< Prev   Next >